Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

MEMBERIKAN PENDIDIKAN YANG BAIK UNTUK ANAK


Pendidikan anak memang suatu hal yang sangat penting. Pendidikan yang di dapat dari sekolah akan membantu anak untuk mengetahui teori pelajaran saja, namun yang terpenting adalah proses belajar yang terstruktur dan baik. Dengan pendidikan yang baik, di harapkan masa depan yang baik pula untuk anak. 

Pendidikan Anak Usia Dini atau biasa disebut dengan PAUD

Merupakan jenjang pendidikan yang paling awal. Pendidikan ini memang tidak wajib untuk diikuti semua anak, mengingat orang tua juga memiliki kemampuan penuh untuk melakukannya. Pada jenjang ini anak akan di diajarkan dan dibina untuk lebih siap dalam memasuki pendidikan umum. Biasanya pendidikan ini dilakukan oleh anak yang berusia sebelum 6 tahun.

Pendidikan Dasar

Pendidikan dasar merupakan pendidikan yang wajib diikuti oleh anak selama 9 tahun. Pada pendidikan ini merupakan awal dari pendidikan anak karena melatih seorang anak untuk membaca dengan baik, mengasah kemampuan berpikir dan berhitung mereka. Pendidikan dasar di bagi menjadi 3 tahap yaitu 6 tahun pertama di SD, 3 tahun berikutnya di SMP.

Pendidikan Menengah

Pendidikan menengah ini merupakan pendidikan lanjutan dari pendidikan dasar. Pendidikan menengah di lakukan selama 3 tahun. Dalam pendidikan ini juga mempersiapkan seorang anak untuk memiliki keterampilan tertentu untuk siap masuk ke dunia lapangan kerja.

Pendidikan Tinggi

Pendidikan ini merupakan lanjutan dari pendidikan menengah. Pendidikan ini bukan lagi di sebut sebagai sekolah melainkan perguruan tinggi.

Kunci Pendidikan Yang Baik

Sekolah memang sudah menyediakan berbagai materi untuk mendidik seorang anak sampai dewasa termasuk dalam proses perkembangannya. Namun tanggung jawab orang tua untuk mendidik anaknya juga merupakan faktor utama yang terpenting untuk mendidik seorang anak. Keterlibatan orang tua yang langsung terlibat dalam proses pendidikan anak di sekolah, maka prestasi anak tersebut juga akan meningkat. 

Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang tua untuk membuat anaknya berprestasi di sekolah.

  • Dukungan orang tua dengan memberikan perhatian pada anak dan menanamkan nilai dan tujuan pendidikan kepada anak

  • Kerja sama dengan guru. Maksudnya disini adalah orang tua perlu mengenal guru – guru di sekolah dan menjalin hubungan yang baik dengan mereka.

  • Sediakan waktu  untuk anak. Umumnya sepulang sekolah anak mengalami stres, nah di situlah peran orang tua terhadap anak sangat penting, misalnya dengan bertanya kegiatan apa saja yang di lakukan di sekolah dan masalah apa yang di hadapi anak di sekolah.

  • Mengawasi kegiatan belajar di rumah

  • Mengajari tentang tanggung jawab. Cobalah untuk memberikan anak pekerjaan rumah tangga yang rutin seperti membersihkan tempat tidur dan menempatkan barang – barang pada tempatnya

  • Disiplin

  • Kesehatan, Menjaga kesehatan anak juga merupakan hal penting untuk prestasi anak.

  • Menjadi teman yang baik untuk anak

APA PENYEBAB ANAK MEMPEROLEH NILAI BURUK DI SEKOLAH


Seorang anak dianggap mengalami kesulitan belajar jika kemampuan mereka dalam membaca, menulis dan dalam mata pelajaran matematika lebih rendah dibandingkan dengan anak – anak usianya. Adanya perbedaan antara hasil akademis anak dengan rata – rata kemampuan optimalnya. Misalnya saja hasil tes IQ seorang anak menunjukkan angka 140 tapi di sekolah anak mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan tergolong sebagai anak yang hiperaktif hingga selalu mendapatkan nilai buruk di sekolah. Sebenarnya ada dua penyebab anak kesulitan dalam belajar. Hal pertama adalah disebabkan karena faktor internal dan yang kedua adalah faktor eksternal. Faktor internal misalnya saja karena faktor fisik dan faktor psikis. Sedangkan faktor eksternal misalnya faktor keluarga dan faktor sekolah.

Faktor Internal


Faktor Fisik

Kecerdasan yang tidak sesuai dengan usia biologisnya, sistem saraf pusat yang belum matang, kurang gizai, gangguan sebelum kelahiran, penyakit epilepsi, stres pada saat ibu mengandung, konsumsi obat – obatan, rokok atau alkohol yang di konsumsi oleh ibu saat hamil, dan penyakit yang di derita ibu saat hamil. Selain itu penyebab lainnya misalnya gangguan perinatal pada saat proses persalinan yang lama dan sulit, infeksi otak karena virus atau bakteri dan kekurangan gizi.

Faktor Psikis

Faktor psikis misalnya saja karena anak mengalami trauma untuk belajar mungkin karena pernah dipaksa dengan tekanan dan kekerasan, gangguan membaca,berhitung dan menulis, kesulitan berkonsentrasi untuk memusatkan perhatian, gangguan kecemasan, dan stres setelah mengalami trauma.

Faktor Eksternal


Keluarga

faktor eksternal antara lain misalnya saja karena keluarga yang tidak harmonis dan sering bertengkar yang akan mengganggu perkembangan psikis anak, tidak ada teladan dari orang tua untuk menyuruh anak belajar, proses belajar di rumah yang tidak menyenangkan dan tidak konsisten dalam mengasuh anak.

Sekolah

Faktor eksternal selain keluarga adalah lingkungan sekolah. Antara lain karena kurikulum pelajaran yang tidak sesuai dengan kemampuan anak, suasana di sekolah yang tidak mendukung, cara guru mengajar yang tidak jelas atau bahkan adanya bullying dari teman sekolah.

Solusi untuk anak sulit belajar

Setiap anak mengalami kesulitan belajar yang berbeda – beda. Untuk mengatasi masalah ini anda dapat menyelidiki apa penyebab anak sulit belajar. Setelah anda tahu akar permasalahan yang terjadi pada anak, selanjutnya anda dapat mencari solusinya. Komunikasi dengan teman, anggota keluarga, pengasuh dapat dilakukan agar tercipta suasana yang nyaman dalam keluarga. 

Membicarakan bagaimana cara mengasuhnya dan pembiasaan belajar yang tepat untuk anak. Jika akar masalah di sekolah, orang tua dapat memberitahu masalah yang terjadi pada anak dan meminta bantuan guru untuk membantu dan memperhatikan kepada anak selama di sekolah. Dengan komunikasi yang baik akan membantu guru untuk berbicara secara terbuka tentang bagaimana sikap anak selama di sekolah. Yang terpenting adalah perhatian dan kasih sayang orang tua untuk anak.

TIPS MENGATASI BAYI REWEL DAN TERUS MENANGIS


Bayi yang menangis memang hal yang sangat wajar terjadi. Bisa dikatakan, menangis merupakan suatu bahasa yang bisa diungkapkan oleh bayi. Jika bayi menangis secara wajar mungkin masih hal yang biasa dan bisa diterima. Tapi bagaimana jika bayi menangis secara terus – menerus tak mau berhenti pasti hal itu akan membuat jengkel orangtua pastinya.

Jika bayi rewel, menangis dan tak mau diam sebenarnya ada cara efektif yang dapat digunakan untuk mengatasinya. Hanya saja kamu perlu menjadi orangtua yang leih sabar dan tenang ketika menghadapi tangisan bayi. Apa saja cara yang digunakan untuk mengatasi bayi rewel dan menangis? Berikut tips – tips nya.

  • Berikan Susu atau ASI


Salah satu alasan bayi menangis adalah karena mereke merasa lapar dan haus. Untuk itu, pertama yang dapat kamu lakukan adalah dengan memberinya susu atau ASI. Namun jika sang bayi masih terus menangis setelah diberi ASI. Cobalah untuk menenangkan si bayi dengan cara yang lain. Buat bayi merasa nyaman kondisinya, pastikan juga kondisi kebersihan bayi dan tidak ada yang mengganggunya.

  • Menggendong bayi ke tempat yang gelap


Dari beberapa penelitian percaya bahwa membawa bayi ke tempat yang gelap dan tenang akan membuat bayi lebih tenang dan nyaman. Suasana ini cenderung membuat bayi merasa lebih nyaman dan tenang. Usahakan juga menggendong bayi dengan pelukan yang hangat dan tenang.

  • Mendengarkan musik atau bersuara untuk mengalihkan perhatiannya


Dengan memperdengarkan musik dan mengajak bayi berbicara, hal ini dilakukan agar bayi bisa menghentikan tangisannya. Cobalah untuk membuat suara – suara lain seperti bercerita, menyanyi, memperdengarkan suara hewan dan masih banyak lagi lainnya. Dengan cara seperti ini, diharapkan agar bayi teralihkan perhatiannya dan dia bisa menjadi lebih tenang.

  • Pijat tubuh bayi dengan lembut


Cara selanjutnya yang bisa digunakan adalah dengan memijat tubuh si bayi dengan belaian tangan yang lembut. Selain hanya memijatnya kamu juga bisa memberikan sentuhan yang lembut, hangat dan penuh rasa kasih sayang dan ketulusan. Hal ini akan membuatnya lebih tenang.

Nah itulah beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk menenangkan bayi saat bayi rewel dan menangis. Sedikitnya ada empat cara yang bisa kamu lakukan, namun selain cara diatas jika kamu memiliki cara yang bisa membuat si bayi tenang kamu dapat menggunakannya. Misalnya saja dengan menggoyang –goyangkan tubuh bayi secara pelan – pelan, merubah posisi bayi menjadi lebih nyaman, memberikan mainan yang lucu untuknya. 

Intinya perlu kesabaran dan ketelatenan untuk membuat bayi lebih tenang, hindarilah perasaan emosi saat mengatasi bayi menangis. Semoga informasi diatas bermanfaat untuk kamu yang mungkin sedang belajar merawat bayi.

MENGENALI GEJALA DAN PENYEBAB KANKER PADA ANAK YANG SERING DIABAIKAN


Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang mematikan yang ditakuti oleh hampir setiap orang. Perlu kita ketahui, saat ini kanker tidak hanya beresiko pada orang – orang dewasa saja. Beberapa penelitian menemukan bahwa anak – anak rentan juga akan penyakit kanker. hal ini terbukti dengan semakin banyaknya jumlah penderita kanker yang masih berusia anak – anak. 

Ada 3 jenis kanker yang paling umum diderita oleh anak –anak. Namun hal ini sangat disayangkan jika orangtua sering mengabaikan gejala kanker pada anak dan menganggapnya hanya sebagai sakit umum. Sebenarnya apa saja kanker tersebut, apa penyebabnya dan bagaimana gejalanya? 

Jenis kanker yang beresiko pada anak

Dalam berbagai kasus anak – anak memang lebih rentan terhadap beberapa jenis kanker, antara lain adalah kanker darah atau bisa disebut dengan leukimia, kanker yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan tumor ganas. Tumor ganas sendiri biasanya menyerang pada tulang, otak, hati, mata jantung dan pusat saraf serta sel jaringan dalam tubuh. walaupun jumlah penderita kanker pada anak tidak banyak jumlah penderita kanker pada orang dewasa, dari hasil penelitian menyebutkan jika jumlah kanker yang terjadi pada anak setiap tahunnya meningkat.

Jika kanker pada anak bisa terdeteksi sejak dini, beberapa penelitian mengatakan bahwa penyakit ini bisa disembuhkan. Walaupun penderita kanker pada anak tidak sepenuhnya bisa sembuh total, namun jika kanker bisa diketahui sejak dini maka penderita bisa lebih baik, dan perlu adanya dukungan yang penuh dari orang – orang terdekatnya. Membuat para penderita kanker terutama anak untuk tetao bahagia setidaknya akan membuat anak menjadi lebih kuat untuk menjalani hidup.

Waspada gejala kanker pada anak

Gejala kanker yang terjadi pada anak memang sulit untuk terdeteksi dan mungkin sering kali diabaikan. Namun, ketika anak mengalami bengkak pada tubuhnya tanpa ada penyebab yang jelas, anak mengalami nyeri tubuh, panas atau flu yang tak kunjung sembuh, luka tubuh tanpa penyebab yang jelas, penurunan berat badan yang cepat, kurangnya nafsu makan pada anak dan sering mengeluh sakit. Hal – hal tersebut bisa jadi menjadi salah satu gejala adanya penyakit kanker.

Tidak hanya itu saja, ketika anak kemungkinan besar beresiko kanker darah, anak akan mengalami pendarahan pada tubuhnya. Anak juga akan menjadi lemah. Jika mengalami gejala – gejala ini, sebaiknya untuk memastikan bagaimana kondisi kesehatan anak yang sebenarnya orangtua membawa anak untuk berperiksa ke dokter. Dengan mendeteksi penyakit anak sejak dini, pengobatan terbaik dapat dilakuakn sejak dini sebelum penyakit tersebut semakin parah.

Apa penyebab penyakit kanker pada anak?

Dari hasil beberapa penelitian menemukan bahwa penderita kanker pada anak memiliki keluarga yang memiliki riwayat kanker. gen yang diwariskan pada anak akan membawa sel kanker pada tubuh anaknya dan inilah yang dipercaya sebagai salah satu penyebab munculnya kanker pada anak. Namun gen tidak selalu menjadi penyebab utama dari penyakit kanker. selain itu pola hidup yang tidak sehat, mengkonsumsi makanan dan keperluan sehari – hari yang mengandung pestisida serta berbagai bahan kimia lainnya juga menjadi salah satu penyebab kanker pada anak.

JENIS PENYAKIT KULIT YANG SERING MENYERANG PADA ANAK


Kulit pada anak – anak memang terbilang cukup sensitif. Namun selain kulit anak yang sensitif, mereka juga rentan akan penyakit kulit yang menyerang anak – anak. Tidak hanya itu saja, bahkan mereka juga rentan terhadap alergi dan pada saat makan makanan sembarangan, akan memiliki dampak pada kesehatan kulit mereka. Terlebih lagi, sistem kekebalan tubuh si kecil yang masih lemah yang membuatnya mudah untuk terkena virus penyakir termasuk penyakit kulit.

Nah berikut ini ada beberapa jenis penyakit kulit yang sering menyerang anak – anak :

  • Impetigo


Impetigo merupakan jenis penyakit kulit yang biasanya disebabkan karena anak kurang menjaga kebersihannya, sehingga terjadi infeksi bakteri stafilokokus atau streptokokus. Gejala penyakit impetigo dapat terlihat dari kulit anak yang menjadi kemerahan dan melepuh serta berisi cairan dan berkerak. Impetigo dapat menular melalui sentuhan yang terjadi pada kulit atau pun berbagai barang pribadi yang dapat menjadi perantara menularnya penyakit. Jika anak anda mengalami penyakit ini, sebisa mungkin untuk mencegah anak menggaruk – garuk luka pada kuit agar impetigo tidak menyebar ke seluruh bagian tubuh lainnya. Anda dapat menggunakan antibiotik untuk menghentikan penyebaran penyakit kulit ini. 

  • Biang keringat


Biang keringat biasanya muncul pada anak jika anak berkeringat karena memakai pakaian yang terlalu tebal dan tidak menyerap keringat pada tubuh. gejala biang keringat bisa dikenali dengan adanya bintik – bintik merah seperti jerawat di kepala, bahu, leher punggung atau beberpa bagian tubuh lainnya. Makanya orangtua harus mengatur si kecil untuk menggunakan baju dengan bahan yang mudah menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. Karena mereka biasanya memang sangat aktif bergerak dan mudah mengeluarkan keringat.

  • Kurap


Kurap atau bisa disebut dengan ringworm adalah jenis infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup do dalam kulit mati, rambut, atau pun jaringan kuku. Gejala penyakit ini adalah kulit menjadi kemerahan dan bersisik. Semakin lama akan terbentuk pola menjadi seperti cincin, kemudian kulit pun akan terkelupas, merah, melepuh dan gatal. Kurap bisa ditularkan dengan cara bersentuhan langsung dengan orang atau pun hewan yang telah terkena penyakit kurap, dan berbagai barang seperti mainan atau handuk. Penyakit kurap sendiri bisa diobati dengan mengoleskan salep anti jamur pada kulit.

  • Kutil


Kutil merupakan penyakit kulit yang muncul pada jaringan atau tangan anak. Salah satu cara yang dapat menularkan penyakit kutil adalah kontak langsung dengan orang yang terinfeksi virus papilloma. Kutil dapat dihilangkan dengan mencabutnya sampai ke akar, kemudian membalutnya dengan perban. Anak tidak diperbolehkan untuk menggigit kuku untuk menghindari kutil.

Jika anda tak ingin si kecil terserang penyakit kulit. Sebaiknya anda melakukan pencegahan mulai dari sekarang. Dengan cara menjaga kebersihan anak dan lingkungan.

IMPETIGO PADA ANAK DAN APA PENYEBABNYA?


Impetigo merupakan penyakit kulit yang sangat menular yang disebabkan oleh bakteri. Biasanya penularan penyakit ini bisa terjadi secara kontak langsung melalui sentuhan antar kulit atau bisa juga melalui barang – barang perantara misalnya mainan, handuk, baju,peralatan makan dll.

Umumnya penyakit ini diderita oleh anak – anak, karena lingkungan anak – anak lebih menunjang untuk terjadinya kontak fisik dengan teman – temanya seperti di sekolah atau pun tempat mereka bermain.

Berdasarkan gejalanya, penyakit ini dibagi menjadi dua yaitu jenis bulosa dan nonbulosa. Impetigo bulosa biasanya ditandai dengan kulit yang melepuh dan berisi cairan. Sedangkan impetigo nonbulosa biasanya ditandai dengan munculnya bercak – bercak merah pada kulit, seperti luka yang meninggalkan kerak berwarna kuning kecoklatan. Meskipun tidak melepuh, impetigo nonbulosa akan lebih mudah menular dibanding dengan impetigo bulosa.

Proses perkembangan gejala impetigo

Biasanya gejala impetigo tidak akan langsung muncul setelah penderita terinfeks, namun gejalanya baru akan terlihat setelah 4-10 hari setelah terkena bakteri tersebut. Jika anak anda terkena penyakit ini sebaiknya hindarilah untuk menyentuh area kulit yang terinfeksi untuk mencegah penyebarannya.

Berikut ini perkembangan gejala impetigo bulosa


  • Kulit melepuh dan berisi cairan berukuran sekitar 1-2 cm yang akan terasa sakit dan membuat kulit di sekitarnya gatal.
  • Kulit melepuh dalam waktu yang singkat akan menyebar dan kemudian pecah dalam beberapa hari.
  • Pecahan kulit yang melepuh meninggalkan kerak berwarna kuning
  • Setelah sembuh kerak tersebut akan hilang tanpa bekas


Berikut ini perkembangan gejala impetigo nonbulosa

  • Munculnya bercak merah menyerupai luka, terasa sakit dan gatal
  • Bercak dapat menyebar dalam waktu singkat ketika tersentuh dan digaruk, dan kemudian akan berubah menjadi kerak berwarna kecoklatan
  • Setelah kerak berukuran sekitar 2 cm kering, yang tersisa adalah bekas berwarna kemerahan
  • Bekas kemerahan ini dapat sembuh dalam beberapa hari atau minggu.


Penyebab Impetigo

Penyakit Impetigo adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Penularan bakteri ini dapat terjadi melalui kontak fisik secara langsung dengan penderita. Bakteri akan lebih mudah menginfeksi pada seseorang jika orang tersebut memiliki luka sebelumnya, misalnya saja luka gigitan serangga, terjatuh dan luka akibat benda tajam.

Faktor lain yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terserang bakteri impetigo antara lain :

  • Melakukan aktivitas yang penuh dengan kontak kulit
  • Memiliki kekebalan tubuh yang lemah
  • Lingkungan yang padat
  • Anak – anak
  • Suhu yang lembap dan hangat. Bakteri Staphulococcus lebih mudah untuk berkembang biak pada tempat yang memiliki kondisi seperti ini.
  • Membawa bakteri impetigo tanpa disadari
  • Memiliki penyakit diabetes. Orang yang memiliki penyakit diabetes lebih mudah untuk terkena penyakit ini.

BAGAIMANA MENGATASI DIARE PADA ANAK?


Diare merupakan suatu kondisi dimana meningkatnya jumlah buang air besar dan feses yang keluar dari dalam tubuh dalam bentuk cairan. Namun, diare juga seringkali dianggap sebagai caea tubuh dalam mengeluarkan bakteri, virus ataupun racun yang masuk ke dalam saluran pencernaan.

Jika hal ini terjadi pada anak anad, salah satu yang perlu di waspadai adalah dehidrasi yang terjadi pada anak. Karenanya diare yang berlangsung dalam jangka waktu lama akan dapat membahayakan tubuh, terlebih apabila hal ini terjadi pada balita. Kondisi seperti ini tak lain dikarenakan saat terserang diare, balita lebih cenderung sulit untuk mengkonsumsi cairan.

Diare umumnya disebabkan oleh bakteri (E.Coli), virus, parasit (Giardia Lamblia) alergi makanan tertentu, intoleransi, dan adanya gangguan fungsi pencernaan pada usus anak. Penyebab lainnya adalah keracunan makanan (food poisoning), air yang tidak bersih, obat – obatan atau antibiotik tertentu, serta stres.

Jika diare yang dialami oleh anak – anak terbilang ringan, maka anda dapat melakukan beberapa hal – hal berikut ini di rumah :

Hindari anak dari dehidrasi

Walaupun anak – anak memang lebih sulit untuk mengkonsumsi lebih banyak cairan dibanding dengan orang dewasa, usahakan orangtua tetap menjaga kondisi anak agar tidak mengalami dehidrasi. Selain dengan menggunakan oralit  dan air putih, anda juga bisa memberikan susu atau sup hangat untuk si kecil. Jika anak anda masih dalam kondisi menyusu, maka anda bisa memberikan ASI pada anak sesering mungkin. Pasalnya penyakit diare dapat menguras elektrolit  dalam tubuh, sehingga diperlukan adanya cairan pengganti yang serupa untuk memulihkan kondisi tubuh. Dengan cara ini terbilang cukup efektif untuk mengatasi masalah diare pada anak.

Diet BRAT

Menurut American Academy of Pediatrics mengungkapkan bahwa diet BRAT (Banana, Rice, Applesause, and Toast) adalah salah satu cara yang ampuh dalam mengatasi masalah diare pada anak. Karenanya, makanan dalam diet BRAT ini termasuk ke dalam makanan yang hambar, jadi hal ini tidak akan mengganggu perut anak walaupun mereka sedang mengalami diare. Pisang pun memiliki kandungan potasium yang dapat dijadikan pengganti elektrolit yang hilang selama diare.

Menghindari segala macam jus buah

Salah satu yang menjadi penyebab diare pada balita adalah terlalu banyak mengkonsumsi jus buah atau makanan dan minuman yang memiliki rasa manis. Karena itulah, para ahli kesehatan menyarankan agar orangtua dapat membatasi atau menghindarkan makanan atau minuman manis yang akan dikonsumsi anak pada tiap harinya.

Namun, jika si kecil mengalami gejala seperti halnya sakit perut, parah, dan lesu karena diare yang berkepanjangan, dan terdapat adanya darah pada tinja segeralah bawa anak untuk periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.